Dua Printer Ekonomis dari Epson

Mengambil tempat di Kuta, Bali, PT EPSON Indonesia, Sabtu (12/6/2010) resmi meluncurkan dua jenis printer inkjet terbaru untuk pasar pemula dan dengan harga ekonomis. yang akan mulai dipasarkan pada bulan Juli 2010 mendatang.

Produk pertama adalah printer dengan fungsi tunggal Epson Stylus T13, yang dijual dengan harga 68 dollar AS, atau tak lebih dari Rp 700 ribu. Printer sederhana dengan fungsi tunggal ini pun memberikan fitur yang sebanding dengan harganya. “TX13 punya kecepatan cetak 28 halaman per menit (ppm) dengan tinta hitam, dan 15 ppm dengan tinta berwarna. Keduanya memakai mode draft ya. Ini tergolong sebagai sebuah kemajuan, sebab mungkin untuk produk sekelasnya terdahulu kecepatan cetaknya hanya 22 ppm,” kata Zanipar Siadari, dari PT Epson Indonesia, di sela-sela acara peluncuran siang ini.

“T13 sangat ideal untuk pembeli yang mempertimbangkan biaya. Printer ini menjadi produk dengan harga yang paling terjangkau,” kaya Deputy Country Manager PT Epson Indonesia M Husni Nurdin dalam kesempatan terpisah.

Sementara, produk kedua adalah dengan fungsi “all in one” TX121, yang tak hanya digunakan sebagai printer, tapi pun bisa dipakai sebagai scanner dan mesin fotocopy. TX121 dibanderol seharga 86 dollar AS, atau tak lebih dari Rp 900 ribu. Ini merupakan produk termurah Epson untuk printer multifungsi. “Printer ini didesain untuk penggunaan rumahan dan UKM yang ingin mendapatkan kemudahan dan efisiensi cetak dokumen dengan biaya terjangkau,” kata Husni.

Tinta Mahal

Dalam kesempatan ini, Kompas.com sempat menanyakan soal mahalnya harga tinta Epson seperti yang dicitrakan oleh konsumen. “Jumlah pemakai Epson bukan yang tertinggi, kami ada di tengah. Nah, pertanyaannya adalah, kenapa masih ada orang yang setia dengan Epson? Tentu mereka mempunyai kepuasan tersendiri akan kualitas tinta dan hasil cetak Epson,” kata Riswin Li, Product Manager, PT Epson Indonesia.

Riswin mengaku yakin, kualitas yang ditawarkan printer maupun tinta Epson memang sebanding dengan harga yang dikeluarkan konsumen. “Tidak hanya fisik printernya saja ya, tapi juga kualitas cetakan yang dihasilkan dengan tinta Epson tentu berbeda, dan itu terbukti mampu memuaskan konsumen,” tegasnya.

Namun bukan berarti Epson tak mempertimbangkan efisiensi. Salah satu teknologi yang telah diterapkan Epson adalah Epson INKdividual, yang memungkinkan penggantiaan cartridge hanya untuk warna yang habis saja. “Hal ini mengurangi pembuangan tinta dan menghemat biaya tentunya,” ujar Riswin.

Selain itu, Epson pun menawarkan alternatif tinta dengan harga yang terjangkau, yaitu cartridge ekonomis 91N, yang mendampingi cartridge standar 73N. “Kalau yang 73N harganya sekitar Rp 100 ribu, yang 91N bisa Rp 50 ribu,” kata Riswin.

Yang membedakan kedua jenis cartridge tinta tersebut adalah volume. Artinya, meskipun tidak disebutkan dalam kemasan, kapasitas tinta di dalan 91N lebih kecil dibanding 73N. “Ini kami tawarkan bagi konsumen untuk bisa memilih sesuai pertimbangan mereka,” kata Riswin. “73N lebih mahal di awal tapi pemakaiannya bisa lebih lama, atau 91N yang lebih murah di awal, tapi waktu penggunaaannya lebih pendek. Jadi silahkan konsumen pilih,” katanya lagi.

Dalam spesifikasi teknis kedua printer di atas disebutkan, untuk penggunaan tinta 91N kapasitas cetak mencapai 170 lembar untuk hitam dan 210 lembar untuk berwarna. Sementara dengan menggunakan 73N mencapai 255 lembar cetak hitam, dan 395 lembar cetak berwarna.

Jadi, silahkan tentukan pilihan Anda

kompas.com
Advertisements

About aingindra

Blogger Indonesia - Trends - Lifestyle - Gadget - Internet - Seo
This entry was posted in Gadget. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s